16 Februari 2017

7 SYARAT DOA MUDAH DIMAKBULKAN ALLAH!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Isu valet doa buatkan MF terus nak kongsi ilmu sikit tentang doa... MF ada juga terbaca ayat copywriting kat page tu... Serius kalau baca, memang boleh terpedaya dengan tawaran admin page tu... 

Tapi sebenarnya, dalam Islam ni simple... dan kita jangan susahkan... yang pertama sekali kena yakin bahawa Allah ada di mana sahaja... 

Kita boleh sahaja bayar dengan duit dan minta orang doakan di hadapan Ka'abah tapi sebelum tu teliti dulu 7 syarat ini untuk pastikan doa kita mudah makbul.

Antara syaratnya:

#1 Makan yang Halal, Jauhi yang Haram

Rasulullah s.a.w bersabda, “Hai Sa’ad (bin Abu Waqqash), makanlah makanan yang baik-baik, niscaya engkau menjadi orang yang doanya dikabulkan.”

Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu lalu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa, “Ya Rabi, ya Rabi.’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan keluarganya diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?” [HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad]

Semakin banyak masuk makanan haram — termasuk dari hasil riba (bunga)– semakin kecil doa kita diterima.

Rasulullah berkata, “Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah pernah menjelaskan dosa-dosa riba. Dan yang paling ringan adalah seperti bersetubuh dengan ibu sendiri.

“Riba itu memiliki tujuh puluh pintu dan yang paling ringan adalah seperti seseorang yang bersetubuh dengan ibunya sendiri.” (Riwayat Ibnu Majah). [ Riba dan Makanan Haram Menutup Semua Pintu Doamu!]

Jadi, walaupun berdoa depan Ka'abah tapi dari sumber dan rezeki yang haram... tiada gunanya.

#2 Berprasangka Baik Pada Allah

Berdoa itu meminta segala sesuatu di hadapan Allah yang Maha Agung. Maka jangan pernah sesekali buruk sangka terhadap Allah S.W.T. Bersangka baiklah apabila berdoa kepadaNya, jangan ada keraguan terhadapNya.

Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepadaKu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Yakin Allah akan makbulkan doa kita tepat pada masanya... 

#3 Beradab Ketika Berdoa dengan Merendahkan Suara

Menghadap Allah dengan penuh harapan, perasaan rendah hati dan khusyuk. Mulakanlah memuji Allah atau selawat kepada Rasulullah s.a.w.

Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdo’a dengan berkata: “Yaa arhamarraahimiin. Maka siapa saja yang menyebutnya 3 kali, maka menjawablah malaikat itu: Sesungguhnya Allah arhamarraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepadaNya.” [HR. Hakim]

Telah diterima dari Abu Musa Asy-ari bahwa ketika orang-orang mendoa dengan suara keras beliau bersabda; “Hai manusia! berdoalah dengan suara perlahan, kerana kamu tidaklah menyeru orang yang tuli ataupun berada di tempat yang jauh. yang kamu seru itu ialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, dan tempat kamu memohon itu lebih dekat lagi kepada salah seorangmu dari leher kendaraannya! Hai Abdullah bin Qeis! Maukah kamu kutunjuki sebuah kalimat yang merupakan salah satu perbendaharaan surga? Yaitu: ‘Laa haula walaa Quwwata illaabillaah’.”

Macam kita la kan.. nak mohon cuti dari bos.. pastu pergi tengking-tengking bos, agak-agak dapat cuti??? Begitulah juga... nak mohon sesuatu dari Allah, biarlah penuh adabnya.


Sumber: google images

#4 Doa Tidak Keluar Dari yang Disyariatkan

Sesungguhnya pada doa yang keluar dari yang disyariatkan itu ada pelanggaran atau padanya ada sesuatu yang lebih besar dari itu. Berdoa kepada selain Allah maka keberadaan pada doa itu mengandung kesyirikan seperti meminta pertolongan kepada selain Allah.

#5 Ikhlas
Kelima, seorang yang berdoa harus mengikhlaskan (ditujukan) hanya kepada Allah di dalam do’anya, mengikhlaskan niat kerana Allah, mengikhlaskan aqidah (keyakinan) kepada Allah maka keberadaan orang yang berdoa harus mengikhlaskan do’anya hanya kepada Allah.

Misalnya; “Doa seorang Muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan.” [HR. Muslim]

#6 Doa Para Pemimpin Yang Adil, Anak Yatim dan Orang Teraniaya

Di antara doa yang tidak akan ditolak Allah adalah; “Orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” [HR. Tirmidzi]

#7 Tahu Kunci Waktu dan Tempat Dikabulkannya Doa

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.”

Di antara tempat-tempat ustajab untuk berdoa, adalah: Di Multazam. Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Rasulullah bersabda: “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim).

Itulah 7 syarat makbulnya doa... nampaknya dalam valet doa diutamakan syarat ketujuh... tapi yang 6 syarat sebelum tu macam mana... 

Sebenarnya, doa kita dengan Allah direct terus... tiada perantara bahkan tiada hijab... cuma makbul dengan tak cuba kita teliti baliklah syarat-syarat yang keenam tadi tu... Yang penting doa dengan bersungguh dan penuh rendah diri... 

Doa ini, Allah akan makbulkan tepat pada waktunya... 
Allah akan makbulkan doa kita ikut apa yang kita perlu, bukan apa yang kita mahu. 
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 pencinta setia:

Kata-katamu, inspirasi blog ku...
Syukran Jazilan, atas bicara indah anda...
Terima kasih, lain kali komen lagi ea... ^_^