div id='header-inner'>

Jangan Puji Depan-depan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

[LARANGAN MEMUJI ORANG DIHADAPANNYA]

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى جَمِيعًا عَنْ ابْنِ مَهْدِيٍّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ قَالَ قَامَ رَجُلٌ يُثْنِي عَلَى أَمِيرٍ مِنْ الْأُمَرَاءِ فَجَعَلَ الْمِقْدَادُ يَحْثِي عَلَيْهِ التُّرَابَ وَقَالَ
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَحْثِيَ فِي وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al Mutsanna semuanya dari Ibnu Mahdi dan teksnya milik Ibnu Al Mutsanna keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Habib dari Mujahid dari Abu Ma'mar berkata: Seseorang berdiri memuji salah seorang amir lalu Al Miqdad menaburkan tanah padanya dan berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah dimuka orang yang memuji-muji.

Hadis sahih riwayat Muslim, no. 3002.




Kenapa? Kerana takut pujian itu menjadi fitnah. Hanya kita yang tahu, siapa diri kita yang sebenarnya. Kadangkala pujian ini akan membuat orang cemburu dan iri hati, maka ia akan menimbulkan permusuhan diluar kesedaran namun jika pujian itu membawa kepada positif dan membuat orang lain menjadi motivasi untuk mengikut jejak langkah kita, itu lagi baik. Wallahua'lam

Sumber: Page Jalan-jalan Cari Ilmu


Sumber: Google image 

Selain itu, ditakuti pujian itu akan menimbulkan riak dan bangga diri tanpa kita sedar..

[BACA JUGA] ADAB MEMUJI

Catat Komen

0 Ulasan