Ticker

6/recent/ticker-posts

Bohong Sunat!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)


Berbohong Yang Dibolehkan

أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ وَكَانَتْ مِنْ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلِ اللَّاتِي بَايَعْنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِي خَيْرًا
قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحَرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا 

Ummu Kultsum bin 'Uqbah bin Abu Mu'aith -dan ia termasuk perempuan yang turut hijrah dalam kelompok pertama yang berbaiah kepada Rasulullah SAW bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, orang yang berkata demi kebaikan, dan orang yang membangkitkan (mengingatkan) kebaikan bukanlah termasuk pendusta." lbnu Syihab berkata; 'Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal, yaitu; dusta dalam peperangan, dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dan dusta suami terhadap isteri atau isteri terhadap suami (untuk meraih kebahagiaan atau menghindari keburukan).  (HR Muslim No: 4717) Status: Hadis Sahih




Pengajaran Hadis:

1.  Berbohong dan berdusta adalah perbuatan yang dilarang.

2.  Islam mengharuskan berbohong demi memelihara jiwa, harta dan harga diri dalam tiga hal:

a.  Dalam strategi peperangan (perang itu adalah tipu daya. Strategi peperangan tidak boleh diketahui oleh musuh)

b.  Dalam usaha mendamaikan antara pihak yang sedang bergaduh (elakkan daripada sesuatu yang boleh memarakkan api permusuhan dua pihak yang sedang berselisih melalui sesuatu perkhabaran yang mendamaikan contohnya kita belikan buah-buahan untuknya  dengan memberitahu sipolan (musuhnya) seorang yang baik hati yang mengirimkan untuk diberi padanya)

c.  Dalam usaha mewujudkan kebahagiaan dan keharmonian pasangan suamu isteri (contohnya suami menyatakan masakan isterinya teramatlah sedap sedangkan hakikatnya memang tak sedap).

Jauhkan perbuatan berdusta dan berbohong tanpa sesuatu alasan yang dibenarkan.

Catat Komen

0 Ulasan