Ticker

6/recent/ticker-posts

KISAH CINTA, KAYA, CANTIK, SEDIH, GEMBIRA

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah
berbagai macam
benda-benda abstrak:
ada CINTA, KEKAYAAN,KECANTIKAN, KESEDIHAN,
KEGEMBIRAAN
dan sebagainya.

Awalnya mereka hidup
berdampingan dengan baik dan
saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang
badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin
tinggi dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha
menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat
berenang dan tak mempunyai
perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba
mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki
CINTA. Tak lama CINTA melihat
KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.
"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA.
Lalu apa jawab KEKAYAAN,
"Aduh! Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku
telah penuh dengan harta
bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti
perahu ini tenggelam. Lagipula
tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."
Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya
pergi meninggalkan CINTA
tenggelam.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya
KEGEMBIRAAN lewat dengan
perahunya. "KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak
CINTA. Namun apa yang terjadi,
KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan
perahu sehingga ia tuli tak
mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi
membasahi CINTA sampai ke
pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama
lewatlah KECANTIKAN.
"KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak
CINTA. Lalu apa jawab
KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan
kotor.Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini."
sahut KECANTIKAN. CINTA sedih
sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis
terisak-isak.

Apa
kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku.Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA
memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku
bersamamu", kata CINTA. Lalu apa kata
KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang
sedih dan aku ingin sendirian saja...", kata
KESEDIHAN sambil terus mengayuh
perahunya.
CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan
akan menenggelamkannya.
CINTA terus berharap kalau dirinya dapat
diselamatlkan. Lalu ia berdoa
kepadaTuhannya, oh tuhan tolonglah aku, apa
jadinya dunia tanpa aku, tanpa
CINTA?

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar
suara,
"CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA
menoleh ke arah suara itu dan
melihat seorang tua reyot berjanggut putih
panjang sedang mengayuh
perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu
itu, tepat sebelum air
menenggelamkannya.

Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu
menurunkan CINTA dan segera pergi
lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa
ia sama sekali tidak
mengetahui siapa orang tua yang baik hati
menyelamatkannya itu.
CINTA segera menanyakannya kepada seorang
penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata
orang itu. Lalu CINTA bertanya
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak
mengenalnya. Bahkan teman-teman
yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya
CINTA heran. "Sebab", kata
orang itu, "hanya
WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah
CINTA itu......"


Sumber: Artikel Koleksiku



Entry autopublish

Catat Komen

0 Ulasan