Ayat Yang Sesuai Untuk Kawan Yang Ditimpa Musibah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Ayat Yang Sesuai Untuk Kawan Yang Ditimpa Musibah

Apabila teman ditimpa musibah. Mana satu ayat yang sesuai dipilih?

1) Musibah ini kerana maksiat yang anda lakukan. Berhati2 jangan sampai ditimpa bala kerana maksiat kita.... 

ATAU

2) Sabar! Ada hikmah di sebalik perkara ini. Ayuh kita sama2 bantu teman kita yang susah ini..

Ayat pertama seakan menampakkan si pengucap MELANTIK DIRINYA SEBAGAI WAKIL TUHAN..

Ayat kedua menampakkan si pengucap bercakap sebagai manusia biasa yang tidak tahu yang ghaib.

Benar ada firman Allah menyebut bencana musibah adalah kerana "perbuatan kita."...

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari Allah; dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri. Dan Kami telah mengutus engkau (wahai Muhammad) kepada seluruh umat manusia sebagai seorang Rasul (yang membawa rahmat). Dan cukuplah Allah menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini) (al-Nisa' 4:79).

Namun... ia tetap tidak memberi kita LESEN BERLAGAK SEBAGAI WAKIL TUHAN MELETAKKAN PUNCA MUSIBAH KERANA DOSA SI MANGSA.. adakah kita bebas dosa? Cukuplah pesan nabi SAW ini jadi teguran betapa baginda pun tak tahu yang ghaib:

فَقُلْتُ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْكَ أَبَا السَّائِبِ فَشَهَادَتِي عَلَيْكَ لَقَدْ أَكْرَمَكَ اللَّهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يُدْرِيكِ أَنَّ اللَّهَ أَكْرَمَهُ فَقُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَنْ يُكْرِمُهُ اللَّهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هُوَ فَوَاللَّهِ لَقَدْ جَاءَهُ الْيَقِينُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرْجُو لَهُ الْخَيْرَ وَ وَاللَّهِ مَا أَدْرِي وَأَنَا رَسُولُ اللَّهِ مَاذَا يُفْعَلُ بِي فَقَالَتْ وَاللَّهِ لَا أُزَكِّي بَعْدَهُ أَحَدًا أَبَدًا

Setelah Uthman bin Maz’um meninggal dunia, seorang wanita Ansar bernama Ummu al-’Ala’ berkata: “Rahmat Allah ke atasmu wahai Aba al-Sa’ib (gelaran Uthman), Ini adalah pensaksianku untukmu, sesungguhnya Allah telah memuliakanmu.” Rasulullah SAW lantas bertanya padanya: “Bagaimana kamu tahu yang Allah telah muliakannya?” Aku menjawab: “(Kalau begitu) Demi ayah dan ibumu wahai Rasulullah, siapa sebenarnya yang dimuliakan Allah?” Baginda bersabda: “Adapun dia (Uthman), maka demi Allah kematian sudah sampai padanya dan demi Allah aku sangat harapkan kebaikan padanya. DAN DEMI ALLAH AKU SENDIRI PUN TAK TAHU BAGAIMANA – SEDANGKAN AKU INI RASULULLAH – ALLAH AKAN PERBUAT PADAKU.” Ummu al-’Ala’ pun berkata: “Demi Allah, aku tidak lagi menyucikan sesiapa selamanya (selepas teguran itu)” (Sahih al-Bukhari).


Teguran tetap perlu dibuat. Banyak cara dan tutur yang boleh kita guna selain menghukum dan mengguris. Pilihlah ayat yang sesuai ketika mengulas agar jiwa mangsa tidak terguris dan Islam nampak manis.

Kredit - Ustaz Abdullah Bukhari Abdul Rahim @ 26 December 2018 - via telegram channel


Kalau tak mampu nak kata yang baik... Lebih baik diam... Ibarat musibah yang melanda Johor sekarang... Usahlah tambahkan duka orang yang ditimpa musibah lagi... Diam dan doakan yang baik-baik itu sudah memadai. 
/>

Catat Ulasan

3 Ulasan

  1. betul tu.. semoga sahabat2 di johor dipermudahkan segala urusan. semoga musibah yg menimpa dapat diselesaikan secepat mungkin..

    BalasPadam
  2. Aaamiinn...doakan kami di Pasir Gudang ni yaa..

    BalasPadam
  3. betul tu, siapalah kita pandai2 nk menghukum org tu dan mengatakan psl dosa2 dia, sedangkan kita pun pendosa

    doakan dan bantu lah kan, kita tak akan tahu apa terjadi pada kita kan datang, mana tahu masa akan dtg Allah akan duga kita pula kan

    BalasPadam

Kata-katamu, inspirasi blog ku...
Syukran Jazilan, atas bicara indah anda...
Terima kasih, lain kali komen lagi ea... ^_^