div id='header-inner'>

Kisah Tentang Uban

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)


Kisah Tentang Uban | Sepasang suami isteri sedang beristirehat di ruang tamu… Sambil melayan drama di tv, si isteri minta suaminya mengikat rambut yang serabut menggerbang ibarat hantu kak limah. Suami tanpa membantah pun  ikatkan rambut, dan menegur rambut si isteri  “eh, dah beruban dah rambut dia”… Si isteri pula memang sedia maklum yang rambut dan janggut si suaminya memang dah lama beruban, tapi tak perasan pula uban di kepala sendiri…

Kata isteri : “Alahai, dah tua rupanya saya ni ye bang.”

Kata suami: “Kita sama-sama dah tua.”

Demi nak melihat uban di kepala, si isteri minta suami mencabut uban tersebut… Suami tak nak berbuat demikian kerana mencabut uban salah satu larangan Nabi s.a.w…

Eh, betul ke Nabi s.a.w larang kita cabut uban??? MF dulu suka cabut uban gatal mak MF… sekarang rambut MF memang dah memutih, botak kepala kalau nak cabut semua.

Betul ke Nabi s.a.w larang cabut uban??? Kenapa???



IKuti penjelasannya:

Sabda Nabi saw, “Janganlah mencabut uban kerana uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu darjat.” (HR Ibnu Hibban dalam sahihnya)

Dr Rozaimi menjawab:
1#  Hadis dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda, "Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban walaupun sehelai dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan darjatnya " ( HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman . Sheilkh Al Albani dalam Al Jami ' Ash Shogir mengatakan bahawa hadis ini hasan ).

2#  Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.”  (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

3#  “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.”  (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahawa hadits ini shahih)

4#  Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Amru bin Murrah dari Salim bin Abul Ja'd bahwa Syurahbil bin As Samth berkata, "Wahai Ka'b bin Murrah, ceritakanlah kepadaku sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan hati-hatilah (jangan menambah atau menguranginya)." Ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tumbuh satu uban dalam Islam, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini juga ada hadits dari Fadhalah bin Ubaid dan Abdullah bin Amru. Dan hadits Ka'b bin Murrah derajatnya adalah hasan. Demikianlah Al A'masy meriwayatkan dari Amru bin Murrah. Hadits ini juga diriwayatkan dari Manshur, dari Salim bin Abul Ja'd. Lalu ia memasukkan satu nama antara dia dengan Ka'b bin Murrah. Yaitu seorang laki-laki yang dipanggil dengan nama Ka'b bin Murrah, atau Murrah bin Ka'b Al Bahzi. Tetapi yang lebih masyhur di kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Murrah bin Ka'b Al Bahzi. Ia telah meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
HR. Tirmidzi

5#  Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur Al Marwazi berkata, telah mengabarkan kepada kami Haiwah bin Syuraih Al Himshi dari Baqiyah dari bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Katsir bin Murrah dari Amru bin Abasah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tumbuh satu bulu uban di jalan Allah, maka bulu uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib, dan Haiwah bin Syuraih adalah Ibnu Yazid Al Himshi."
HR. Tirmidzi

6#  Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Nashr berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnul Mubarak dari Al Ajlah dari Abdullah bin Buraidah dari Abul Aswad dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesuatu yang paling baik untuk mengubah warna bulu uban adalah Al Hina (inai) dan Al katam (sejenis tumbuhan yang gelap warnanya)."
Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih. Abul Aswad Ad Dili nama aslinya adalah Zhalim bin Amru bin Sufyan." - HR. Tirmidzi.
Sumber: Page Dr Ustaz Rozaimi Ramle - Hadith

Hukum Mencabut Uban

Hukum mencabut uban dapat dikatakan haram kerana ada dalil tegas mengenai hal ini, sedangkan majority  ulama mengatakan hukumnya adalah makruh. Namun sebagai seorang muslim yang ingin selalu mengikuti petunjuk Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan agar tidak kehilangan cahaya di hari kiamat kelak, maka seharusnya seorang muslim membiarkan ubannya (tidak perlu dicabut). Dengan inilah dia akan mendapat tiga keutamaan:
[1] Allah akan mencatatnya kebaikan,
[2] dan menghapuskan kesalahan serta
[3] akan meninggikan derajat seorang muslim kerana uban yang dia jaga di dunia. Namun, jika uban tersebut berada pada janggot atau rambut yang tumbuh di wajah, maka ini jelas haramnya.
Wallahu a’lam.

MEWARNAKAN UBAN DENGAN INAI HITAM

Digalakkan mewarnakan uban, namun tidak boleh dengan pewarna yang berwarna hitam. Sabda Nabi saw: Nabi pernah berkata kepada Abi Qahafah (bapa Saidina Abu Bakar) yang datang kepada Nabi dengan rambut dan janggut yang telah memutih (kerana uban); “Ubahlah warna rambut dan janggut kamu itu dengan sesuatu, akan tetapi jauhilah warna hitam” (HR Imam Muslim dari Jabir r.a.).

Berkata Imam an-Nawawi; “Menurut mazhab Syafi’ie digalakkan mencelup uban dengan warna kuning dan merah sama ada bagi lelaki atau perempuan dan haram mencelupnya dengan warna hitam mengikut pandangan yang paling benar” (Syarah Soheh Muslim, juz. 14).

Menurut ulamak: harus mencelup dengan warna hampir hitam asalkan bukan benar-benar hitam (aunul ma'bud).

Wallahu a'lam

Ruj: Soal jawab agama bersama Ust Ahmad Adnan Fadzil, Penasihat akademik Maahad Darul Faizin. Ilmudanulamak .blogspot .com

Kesimpulan

Uban bagi muslim bukan suatu kehinaan ataupun keburukan. Tapi uban adalah kemuliaan yang Allah berikan baik bagi mereka yang muda ataupun tua(asalkan Islam). Uban dirambut, Allah memuliakan mereka kerana mereka mencurahkan pikirannya untuk Islam;

"Barangsiapa yang tumbuh ubannya kerana (memikirkan) Islam, maka pada hari kiamat nanti dia akan mendapatkan cahaya”[Tirmidzi No. 1634 –dan ini lafalnya-, dan Nasa’i 3144 dengan tambahan lafal ‘fii sabilillah’]

Orang yang banyak berfikir tentang ilmu, tentang agama memang akan senang beruban… Uban berwarna putih simbolik mengingatkan kita kepada kain kafan… Maknanya usia bertambah dan makin jauh kita dengan dunia dan makin dekat kita dengan alam barzakh… jadi, sepatutnya bila tahu ada uban di kepala, kita cepat insaf dan muhasabah diri dan sedar, hakikat usia kita yang semakin tua menanti hari mati… Perbanyakkan amal sebelum dijemput Ilahi…

Sekian, semog bermanfaat.

Catat Komen

2 Ulasan

  1. Hohoo mama pun dah mula byk uban ni. Nasib baik x cabut. Tq atas perli2

    BalasPadam
  2. This is often simply what i would like to acquaint myself in journal commenting. Trying forward to several attention-grabbing and useful articles from you. The article is incredibly intensive content and effective.

    Fast dedicated server

    BalasPadam

Kata-katamu, inspirasi blog ku...
Syukran Jazilan, atas bicara indah anda...
Terima kasih, lain kali komen lagi ea... ^_^

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)