16 Februari 2017

7 SYARAT DOA MUDAH DIMAKBULKAN ALLAH!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Isu valet doa buatkan MF terus nak kongsi ilmu sikit tentang doa... MF ada juga terbaca ayat copywriting kat page tu... Serius kalau baca, memang boleh terpedaya dengan tawaran admin page tu... 

Tapi sebenarnya, dalam Islam ni simple... dan kita jangan susahkan... yang pertama sekali kena yakin bahawa Allah ada di mana sahaja... 

Kita boleh sahaja bayar dengan duit dan minta orang doakan di hadapan Ka'abah tapi sebelum tu teliti dulu 7 syarat ini untuk pastikan doa kita mudah makbul.

Antara syaratnya:

#1 Makan yang Halal, Jauhi yang Haram

Rasulullah s.a.w bersabda, “Hai Sa’ad (bin Abu Waqqash), makanlah makanan yang baik-baik, niscaya engkau menjadi orang yang doanya dikabulkan.”

Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu lalu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa, “Ya Rabi, ya Rabi.’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan keluarganya diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?” [HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad]

Semakin banyak masuk makanan haram — termasuk dari hasil riba (bunga)– semakin kecil doa kita diterima.

Rasulullah berkata, “Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah pernah menjelaskan dosa-dosa riba. Dan yang paling ringan adalah seperti bersetubuh dengan ibu sendiri.

“Riba itu memiliki tujuh puluh pintu dan yang paling ringan adalah seperti seseorang yang bersetubuh dengan ibunya sendiri.” (Riwayat Ibnu Majah). [ Riba dan Makanan Haram Menutup Semua Pintu Doamu!]

Jadi, walaupun berdoa depan Ka'abah tapi dari sumber dan rezeki yang haram... tiada gunanya.

#2 Berprasangka Baik Pada Allah

Berdoa itu meminta segala sesuatu di hadapan Allah yang Maha Agung. Maka jangan pernah sesekali buruk sangka terhadap Allah S.W.T. Bersangka baiklah apabila berdoa kepadaNya, jangan ada keraguan terhadapNya.

Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepadaKu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Yakin Allah akan makbulkan doa kita tepat pada masanya... 

#3 Beradab Ketika Berdoa dengan Merendahkan Suara

Menghadap Allah dengan penuh harapan, perasaan rendah hati dan khusyuk. Mulakanlah memuji Allah atau selawat kepada Rasulullah s.a.w.

Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdo’a dengan berkata: “Yaa arhamarraahimiin. Maka siapa saja yang menyebutnya 3 kali, maka menjawablah malaikat itu: Sesungguhnya Allah arhamarraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepadaNya.” [HR. Hakim]

Telah diterima dari Abu Musa Asy-ari bahwa ketika orang-orang mendoa dengan suara keras beliau bersabda; “Hai manusia! berdoalah dengan suara perlahan, kerana kamu tidaklah menyeru orang yang tuli ataupun berada di tempat yang jauh. yang kamu seru itu ialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, dan tempat kamu memohon itu lebih dekat lagi kepada salah seorangmu dari leher kendaraannya! Hai Abdullah bin Qeis! Maukah kamu kutunjuki sebuah kalimat yang merupakan salah satu perbendaharaan surga? Yaitu: ‘Laa haula walaa Quwwata illaabillaah’.”

Macam kita la kan.. nak mohon cuti dari bos.. pastu pergi tengking-tengking bos, agak-agak dapat cuti??? Begitulah juga... nak mohon sesuatu dari Allah, biarlah penuh adabnya.


Sumber: google images

#4 Doa Tidak Keluar Dari yang Disyariatkan

Sesungguhnya pada doa yang keluar dari yang disyariatkan itu ada pelanggaran atau padanya ada sesuatu yang lebih besar dari itu. Berdoa kepada selain Allah maka keberadaan pada doa itu mengandung kesyirikan seperti meminta pertolongan kepada selain Allah.

#5 Ikhlas
Kelima, seorang yang berdoa harus mengikhlaskan (ditujukan) hanya kepada Allah di dalam do’anya, mengikhlaskan niat kerana Allah, mengikhlaskan aqidah (keyakinan) kepada Allah maka keberadaan orang yang berdoa harus mengikhlaskan do’anya hanya kepada Allah.

Misalnya; “Doa seorang Muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan.” [HR. Muslim]

#6 Doa Para Pemimpin Yang Adil, Anak Yatim dan Orang Teraniaya

Di antara doa yang tidak akan ditolak Allah adalah; “Orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” [HR. Tirmidzi]

#7 Tahu Kunci Waktu dan Tempat Dikabulkannya Doa

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.”

Di antara tempat-tempat ustajab untuk berdoa, adalah: Di Multazam. Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Rasulullah bersabda: “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim).

Itulah 7 syarat makbulnya doa... nampaknya dalam valet doa diutamakan syarat ketujuh... tapi yang 6 syarat sebelum tu macam mana... 

Sebenarnya, doa kita dengan Allah direct terus... tiada perantara bahkan tiada hijab... cuma makbul dengan tak cuba kita teliti baliklah syarat-syarat yang keenam tadi tu... Yang penting doa dengan bersungguh dan penuh rendah diri... 

Doa ini, Allah akan makbulkan tepat pada waktunya... 
Allah akan makbulkan doa kita ikut apa yang kita perlu, bukan apa yang kita mahu. 

09 Februari 2017

Iman itu bukan hanya diserlahkan dengan Pakaian!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)


Renungkan kata-kata Ustaz Don Daniyal ni:

"Kunci kepada meningkatnya iman adalah adab dan akhlak.
Hari ni, orang mengaji hukum halal dan haram tetapi tiada akhlak tiada apa-apa makna."

Mendalam maksudnya, realiti di akhir zaman kan... 
Ramai orang berlumba-lumba nak buat kebajikan, kebaikan tapi akhlak dan sekecil-kecil akhlak tak dijaga... 

Contoh mudah, saya bagi berdasarkan pengalaman sendiri.. 
Ialah dijalan raya dan kedai makan...

Situasi 1:
si pemandu yang keretanya mahal namun ada sticker Islamik dan juga ucapan kalimah, tapi langgar lampu merah, menghimpit, bawa laju... 

Situasi 2:
Seorang imam masjid, duduk di kedai makan berborak dan mengumpat bersama ahli-ahli masjid yang lain... 

Situasi 3:
Pemandu yang bertudung labuh bahkan berniqab, serta lelakinya berserban... dan ada pula situasi, ternampak seorang suami membaca al-Quran di dalam kereta semasa menunggu si isteri uruskan sesuatu hal.. Namun, ketika memandu, nauzubillah... 

Situasi bukan untuk buka aib orang...saya pun tak nyatakan siapa..cuma secara umumnya, pasti ada yang pernah jumpa kan... jadi, renungan apa persepsi atau apa orang kata bila lihat yang berpakaian islamik ni tak ada adab dan tak jaga adab yang dianggap remeh ni... 



Renungkanlah... kena seimbangkan... bila pakai tudung dan berserban atau bersongkok, maknanya kita bawa imej Islam... jadi janganlah rosakkan agama sendiri kerana sikap kita... 

31 Januari 2017

Harga Minyak Naik 20 Sen Mulai 1 Februari 2017

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Tak tahu la nak senyum suka ke nak menangis...  Haha... 😢😢😢😢

Tapi memang rabak la poket kot... 

Sebelum ni bajet RM120 sebulan untuk duit minyak pergi balik kerja tak termasuk out station ke bengkel, seminar dan sebagainya...  



Pastinya lebih la RM120 kalau dah 20 sen naiknya tu... 

Huhu... Memang ada betullah kata orang Cina... Tahun ayam ni tahun yang mencabar dari segi ekonomi... Waaa... Tapi itu kepercayaan ikut fengsui orang Cina... Tapi kita sebagai orang Islam... Allah lebih tahu segalanya...  

Yang hairan sungguh kan... Dok Johor ni... Elaun Cola rendah... Tapi kos hidup tinggi... Pastu yang pelik sikit... Rate claim tetap kira 70sen 1km... Korang rasa??? Orang kerja kerajaan faham la kan... Kalau yang kerja kerajaan pun terasa beban...  Yang kerja swasta tak payah kata la kan... 

Sekarang ni... Situasinya... Yang senang bertambah senang...  Yang susah bertambah susah... 

Apa pun... Hanya doa je... Usaha selagi boleh... Dan moga Allah berikan kekuatan dan kesihatan untuk teruskan hidup berusaha mencari rezeki halal untuk keluarga... 

Moga dipermudahkan Allah... 

28 Januari 2017

HUKUM MENYAMBUT TAHUN BARU CINA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)


Di Malaysia banyak perayaan... tiga yang paling besar ialah Perayaan Hari Raya, Tahun Baru Cina dan Deepavali... disebabkan itu dalam kalendar memang ada cuti khas dan cuti sekolah pun lebih lama bagi ketiga-tiga perayaan ini... 

Namun begitu, sebagai orang Islam, kita amat pentingkan bab akidah... Tak semua perayaan kita boleh sambut sebenar... contohnya Krismas... kerana ia berkait dengan agama Kristian... Tapi bagaimana pula dengan Tahun Baru Cina??? 

Jom kita telusuri ilmu berkaitan hukum menyambut Tahun Baru Cina yang telah dikupas oleh Mufti Wilayah Persekutuan, S.S Datuk Dr. Zulkifli Bin Mohamad Al-Bakri.



Sejarah Tahun Baru Cina

Sejarah terperinci mengenai sejarah sambutan Tahun Baru Cina tidak dapat ditentukan secara pasti namun apabila melihat kepada versi-versi cerita yang ada, terdapat sebuah kisah yang selalu diceritakan mengenai asal-usul sambutan tahun baru ini.

Ianya bermula dengan ketakutan penduduk sebuah kampung yang selalu diburu oleh seekor makhluk mistik yang akan memakan mereka. Dipendekkan cerita terdapat seorang tua yang mencadangkan agar membuat bising dengan bunyi-bunyian seperti pukulan gendang, membakar mercun serta menggantung kertas berwarna merah dan juga menampalkannya pada tingkap rumah kerana dipercayai makhluk itu amat takutkan warna merah dan juga bunyi bising. Cadangan orang tua itu berhasil dan makhluk tersebut melarikan diri dan meraikan kemenangan penduduk kampung itu, maka ianya telah sinonim dengan meraikan tahun baru pada ketika itu.

Secara hakikatnya, sambutan Tahun Baru Cina adalah demi menyambut tahun baru bagi masyarakat Cina mengikut kalendar mereka. Mengikut kalendar Cina, setiap tahun akan diwakili dengan satu zodiak haiwan yang mana pada tahun ini (2016), jatuh pada tahun monyet. Bagi masyarakat Cina, setiap tahun mempunyai kelebihannya yang tersediri berdasarkan zodiak haiwan kalendar Cina. Sambutan Tahun Bari Cina akan berterusan selama 15 hari dan pada hari yang ke lima belas merupakan perayaan pesta tanglung. 



Bagaimana Masyarakat Cina Menyambut Tahun Baru Mereka

Sambutan tahun baru bagi masyarakat Cina adalah sambutan perayaan yang terbesar bagi mereka. Pada waktu inilah akan berkumpulnya sanak-saudara ahli keluarga untuk menyambutnya bersama-sama. Antara amalan serta adat yang berkaitan bagi menyambut tahun baru dapatlah disenaraikan secara ringkas seperti berikut:
  • Ahli keluarga akan membersihkan rumah dan menurut kepercayaan masyarakat Cina ianya bagi menghilangkan hantu dan juga sial.
  • Makan malam bersama pada malam sambutan tahun baru adalah perkara yang sangat penting.
  • Sampul merah (hong bao di dalam bahasa Mandarin/ang pow di dalam bahasa Hokkien) akan diberikan kepada mereka yang belum berkahwin dan tidak mempunyai pekerjaan oleh pasangan yang sudah berkahwin.
  • Warna merah bagi melambangkan nasib dan juga masa hadapan yang baik. Dekorasi rumah juga akan dihiasi dengan hiasan-hiasan yang berwarna merah.
  • Memakan mee yang panjang dengan kepercayaan bahawa semakin panjang mee yang dimakan, semakin panjang umur yang bakal dinikmati. Jika mahu umur yang panjang, jangan dipotong mee tersebut.
  • Memakai pakaian yang berwarna merah dan mengelak dari memakai pakaian berwarna hitam.


Islam & Toleransi Dalam Beragama

Islam tidak pernah menafikan hak agama yang lain bahkan pada zaman Rasulullah SAW sendiri, Baginda hidup bersama masyarakat Yahudi, Nasrani dan juga kaum musyrikin. Secara asasnya Islam menyuruh umatnya berwala' kepada Islam dan barra' dari kekufuran serta merasa bangga dengan pegangan Islam serta menampilkan jati diri muslim sehingga keperibadian dan corak kehidupan dapat dibezakan dari golongan kafir. Firman Allah SWT:



وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 

Maksudnya: Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: "Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!". (Fussilat: 33)


Melihat kepada hakikat sambutan tahun baru Cina, ianya merupakan satu perayaan adat yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan akidah. Ianya semata-mata menyambut tahun baru mengikut kalendar lunar Cina. Ini menjadi kayu pengukur buat seorang muslim dalam bermuamalah dan bergaul bersama orang bukan Islam dengan melihat adakah tindak-tanduknya itu menjurus kepada sikap reda terhadap akidah mereka ataupun hanya perbuatan yang dilakukan atas dasar kemasyarakatan dan hubungan sosial.



Keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-78 yang bersidang pada 12 Jun 2007 telah membincangkan Hukum Orang Islam Mengucapkan Tahniah Dan Ucapan Selamat Bersempena Perayaan Agama Bukan Islam. Muzakarah telah memutuskan bahawa:
  • Apa jua amalan atau perlakuan orang Islam dalam hal-hal yang berkaitan dengan perayaan orang bukan Islam sekiranya melibatkan akidah atau iktikad seperti mengiktiraf agama bukan Islam atau menganggap semua agama adalah sama, maka ia ditegah oleh Islam.
  • Walaubagaimanapun sekiranya amalan atau perlakuan tersebut hanya atas dasar kemasyarakatan atau hubungan sosial antara Islam dan bukan Islam untuk tujuan perpaduan, maka ia dibenarkan oleh Islam.
  • Memberi ucapan tahniah dan selamat atau mengirimkan ucapan melalui kad atau alat-alat telekomunikasi seperti e-mail atau sistem pesanan ringkas (sms) dan sebagainya kepada orang bukan Islam sempena dengan perayaan agama mereka adalah harus, dengan syarat ucapan itu tidak mengiktiraf, memuji atau memuliakan agama bukan Islam serta tidak menggunakan sebarang simbol atau lambang keagamaan mereka dalam kiriman ucapan tersebut.
Yee Sang (Mengajukan Ucap Selamat Demi Kemakmuran/Prosperity Toss)

Di Malaysia mahupun Singapura, masyarakat Cina amat sinonim dengan Yee Sang iaitu satu upacara makan bersama yang diadakan bagi mengucapkan kemakmuran. Uniknya Yee Sang ini adalah apabila ianya hanya popular bagi masyarakat Cina di Malaysia dan Singapura dan tidak pula di tanah besar China, Hong Kong dan juga Taiwan.

Yee Sang atau disebut juga Yusheng adalah sebuah hidangan yang sinonim dengan perayaan Tahun Baru Cina di Malaysia. Ia dihidangkan dengan mencampurkan tujuh jenis warna yang berlainan seperti hirisan betik, lobak putih, lobak merah, salmon mentah, kekacang, aneka sayur-sayuran dan aneka sos serta ramuan lain.

Dari kaca mata Islam, makanan yang halal lagi baik maka tidak ada halangan baginya untuk dimakan. Firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ 

Maksudnya: Wahai sekalian manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu ialah musuh yang terang nyata bagi kamu.  (Al-Baqarah: 168)

Melihat kepada amalan ini, ianya lebih kepada adat dan tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan akidah dan harus hukumnya bagi umat Islam yang diajak untuk turut serta dalam upacara Yee Sang ini selama mana makanan yang dihidangkan halal dan tidak ada perkaitannya dengan permasalahan akidah baik dari segi ucapan mahupun iktikad terhadap upacara tersebut. Begitu juga selama mana tidak ada unsur-unsur maksiat dalam upacara tersebut. Wallahu a’lam.

Maksud ‘Gong Xi Fa Cai’

"Gong xi fa cai" (Tulisan Cina Tradisional: 恭喜發財; Tulisan Cina Ringkas: 恭喜发财; pinyin: gōngxǐ fācái; Bahasa Kantonis (Yale): gūnghéi faatchòih; bahasa Hokkien (POJ): Kiong-hí hoat-châi; bahasa Hakka: Kung hei fat choi), yang diterjemah sebagai "Tahniah dan semoga mendapat rezeki". Ungkapan ini yang sering tersalah angggap sebagai bersinonim dengan "Selamat tahun baru" mula digunakan berabad-abad lalu. Dua aksara pertama ungkapan ini mempunyai kepentingan sejarah yang lebih lama (menurut legenda, ucapan tahniah adalah bagi kejayaan menghadapi raksasa Nian dengan selamat, namun secara praktis ini juga boleh melibatkan kejayaan mengharungi keadaan musim sejuk yang teruk). Melihat kepada maksudnya ini, ianya jelas tidak bermasalah dan tidak bercanggah dengan akidah Islam malah ianya satu ucapan yang amat baik dan melambangkan perpaduan yang erat sesama kita.

Kenyataan Mufti Wilayah Persekutuan

Dalam sebuah negara yang mempunyai kepelbagaian agama, bangsa yang majmuk, adat dan budaya yang berlainan seperti Malaysia, sudah tentu ia menjadikan kita lebih terbuka dan bertolak ansur (tasamuh dan toleransi) tanpa menggadaikan prinsip-prinsip utama Islam.

Berikut merupakan beberapa garis panduan yang kami cadangkan kepada semua umat Islam yang ingin terlibat dalam sambutan perayaan bangsa lain untuk sama-sama diteliti dan diaplikasikan:

Majlis tersebut tidak disertakan dengan upacara-upacara yang bertentangan dengan akidah Islam.
Maksud “bertentangan dengan akidah Islam” ialah sesuatu perkara, perbuatan, perkataan atau keadaan yang jika dilakukan menyebabkan tercemarnya akidah umat Islam.

Majlis tersebut tidak disertakan dengan perbuatan yang bertentangan dengan syarak.
Maksud “bertentangan dengan syarak” ialah sesuatu perkara, perbuatan, perkataan atau keadaan yang jika dilakukan akan bertentangan dengan ajaran Islam yang diamalkan oleh masyarakat Islam.

Majlis tersebut tidak disertakan dengan “perbuatan yang bercanggah dengan pembinaan akhlak dan budaya masyarakat Islam” di negara ini.
Maksud “bercanggah dengan pembinaan akhlak dan budaya masyarakat Islam” ialah sesuatu perkara, perbuatan, perkataan atau keadaan yang jika dilakukan akan bertentangan dengan nilai dan norma kehidupan masyarakat Islam Negara ini yang berpegang kepada ajaran Islam berdasarkan Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Majlis tersebut tidak disertakan dengan perbuatan yang boleh “menyentuh sensitiviti masyarakat Islam”.
Maksud “menyentuh sensitiviti masyarakat Islam” ialah sesuatu perkara, perbuatan, perkataan atau keadaan yang jika dilakukan akan menyinggung perasaan umat Islam tentang kepercayaan dan amalan mereka.

Pihak penganjur dan orang ramai diminta mendapatkan pandangan pihak berkuasa agama sebelum menganjur atau menghadiri majlis perayaan orang yang bukan beragama Islam.
Kami dapati sambutan Tahun Baru Cina yang dilakukan oleh kebanyakan pemimpin masyarakat Cina dan juga disertai oleh pemimpin negara atau negeri yang beragama Islam, masih di ruang lingkup yang dibenarkan oleh Islam. Ini kerana, ia bertujuan untuk menjaga dan memelihara hubungan masyarakat dan lebih kepada hidup dalam kontrak sosial yang diraikan tanpa menggadaikan prinsip agama.

Sumber rujukan: http://www.muftiwp.gov.my/


Kesimpulannya, takde masalah nak sambut Tahun Baru Cina sebab ianya tak berkaitan dengan agama mereka... ianya lebih kepada adat mereka menyambut Tahun Baru bagi kalendar Cina... Tahun ni tahun ayam pula kan... setiap tahun tu ada binatang yang mereka percayai ada tuahnya... 

Korang lahir tahun apa??? MF lahir tahun Harimau... lebih kurang la garang macam harimau tapi sesekali manja macam kucing. hahaha.... harimau dan kucing kan tak jauh bezanya kan... hihi... 

SELAMAT TAHUN BARU CINA BUAT KAUM CINA DI MALAYSIA KHUSUSNYA... 
‘Gong Xi Fa Cai’
恭喜發財

16 Disember 2016

WANITA TAK PERASAN 15 DOSA NI ADA KAT KEPALA DIA!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Ada hadis Nabi s.a.w tentang penghuni neraka… Antara yang banyak menghuni neraka adalah wanita… 

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Wanita ni mudah masuk syurga, tapi senang juga nak masuk neraka… Dosa paling banyak wanita dok buat kat kepala je… Kat kepala wanita ada 15 dosa dah… belum lagi anggota badan yang lain… 


Sumber: google images

Jom..kita koreksi apa dia dosa-dosa yang ada di kepala
Beberapa dosa yang dilakukan manusia terhadap kepalanya, antara lain:

#1. Tidak bertudung/berhijab (menutup aurat)
Allah Swt berfirman, yang ertinya: "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:" Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. "(QS. Al-Ahzab: 59).

Allah Ta'ala juga berfirman, yang ertinya: "Katakanlah kepada wanita yang beriman:" Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. "(QS. An Nuur: 24) .

#2. Menyambung rambut / memakai sanggul.
Dari Asma 'binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam lalu berkata, "Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya gugur dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya . Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung "(HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

#3. Mewarna / menggilap rambut dengan warna hitam.
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu' anhuma berkata, bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang menggilap dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau syurga. "(HR. Abu Daud, An Nasa'i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahawa sanad hadis ini sahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahawa hadis ini sahih).

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Pada hari penaklukan Mekah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan janggutnya telah memutih (seperti kapas, ertinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam." (HR. Muslim).

#4. Mencabut uban.
Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari datuknya berkata bahawa Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti. "(HR. Abu Daud dan An Nasa'i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami 'Ash Shagir mengatakan bahawa hadis ini sahih).
      
#5. Memakai bulu mata palsu.
    
#6. Bersolek/berhias berlebih-lebihan bukan untuk suaminya
    
#7. Merenggangkan / mengikir gigi.
      
#8. Membuat tato
     
#9. Memakai kerudung yang tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
"Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, iaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor lembu betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang- goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta'at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian. "(Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).
    
#10. Memakai rambut palsu.
    
#11. Mencukur rambut menyerupai lelaki atau wanita kafir.

Potongan yang menyerupai potongan lelaki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum lelaki. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu 'anhuma, bahwa beliau berkata: "Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki." (Hr Bukhari)
    
#12. Mencukur / mencabut bulu kening.
     
#13. Memakai contact lens berwarna untuk berhias.
Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: "... memakai lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dikehendaki juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur mensia-siakan harta (israaf) kerana Allah melarangnya. "[Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/926]

    
#14. Pembedahan plastik untuk kecantikan.
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, "Bagaimana hukum melaksanakan pembedahan kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?" Jawapan beliau, "pembedahan kecantikan (plastik) ini ada dua jenis. Pertama, Pembedahan kecantikan untuk menghilangkan cacat akibat kemalangan atau yang lainnya. Pembedahan seperti ini boleh dilakukan, kerana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberikan keizinan kepada seorang lelaki yang terpotong hidungnya dalam peperangan untuk membuat hidung palsu dari emas. Kedua, pembedahan yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Pembedahan ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, kerana dalam sebuah hadis (disebutkan), 'Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tatu, dan orang yang minta dibuatkan tatu.' (HR Bukhari). (Fatawa Al-Mar'ah Al-Muslimah, hlm. 478-479). Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.

   
#15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.
Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, "Apa hukumnya memperbaiki gigi?" Syaikh menjawab, "Memperbaiki gigi ini dibahagikan kepada dua kategori:
Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atau indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar kelihatan lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita memerlukan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang lelaki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, jika seseorang memperbaikinya kerana ada kecacatan, tidak mengapa ia melakukannya. Setengah orang ada suatu kecacatan pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dibenarkan. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dalilnya, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan seorang lelaki yang hidungnya terpotong agar menggantikannya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan bertujuan untuk mempercantik diri.

Sumber: http://mayapas.blogspot.my

Sumber: Google images

Wahai wanita sekalian, jom muhasabah diri… dalam 15 senarai di atas, mungkin ada yang kita buat… Jadi, tinggalkanlah dan bertaubatlah sebelum terlambat. Dan dalam 15 senarai di atas, lelaki pun ada buat juga… jadi lelaki pun tak terlepas buat 15 dosa di atas. Jadi, sama-sama kita muhasabah diri tak kira lelaki atau perempuan jangan kita jadikan diri kita sebagai bahan bakar api neraka.

Allah s.w.t. berfirmanyang bermaksud :
“Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Surah Al Baqarah ayat 24)


Dalam amalkan trend dan berfesyen gaya ikut zaman, jangan ketepikan hukum hakam agama...