Tuesday, 6 February 2018

Balasan Kepada Si Mami Jarum

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Balasan Kepada si Mami Jarum | Mami Jarum satu watak yang popular dalam filem yang pernah popular zaman 90-an dulu.

Dikenali sebagai Mami Jarum sebab wataknya yang suka bercerita hal orang lain bahkan mengaibkan orang lain. Kerjanya hanya cari aib orang dan sebarkan.

Itu dalam filem. Realitinya zaman sekarang tak perlu lagi nak jadi macam mami jarum macam zaman dulu.. nak kena berjalan dari rumah ke rumah sebab nak cerita hal orang... Sekarang ni Mami Jarum di hujung jari..  kisahkan hal orang dan sebarkan dengan klik butang share. Mudah kan.

Tapi renungkan... Inilah balasan yang Allah sediakan buat si mami jarum...

Sumber: google images

BALASAN ALLAH KEPADA ORANG YANG SUKA MENGHINA DAN MENGAIBKAN ORANG LAIN 


Sesiapa yang suka mengaibkan atau menghina orang lain cepat-cepatlah bertaubat sebelum balasan Allah SWT datang kepada mereka.

Rasulullah SAW menjelaskan, tatkala ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah, apakah itu ghibah (maksudnya menyebutkan keburukan orang lain meskipun benar/mengumpat) ?"

Lalu jawab Baginda, "Menyebut sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu di belakangnya!".

Kemudian baginda ditanya lagi, "Bagaimana jika apa yang disebutkan itu benar?"

Jawab baginda, "Kalau sekiranya apa yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah, tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar)."  (Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud dan At-Tarmizi)

Islam mengharamkan dan melarang ghibah kerana boleh mengakibatkan putus ukhwah, rosak kasih sayang, timbul permusuhan, tersebar aib dan wujud kehinaan.

Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang hamba yang membicarakan sesuatu yang belum jelas baginya (hakikat dan akibatnya), akan dilempar ke neraka jahanam sejauh antara timur dan barat." (Hadis Riwayat Muslim)

Di dalam media sosial ramai  yang suka aibkan golongan lain secara  sindiran, menghina, melecehkannya, memanggil dengan panggilan yang di buruk dan saling memfitnah.

Allah SWT berfirman (yang ertinya), “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah kerana kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (Surah Ash Shaff [61] ayat 2-3)

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan ada seseorang yang didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Isi perutnya terburai, sehingga ia berputar-putar sebagaimana berputarnya keledai yang menggerakkan penggilingan. Penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka bertanya, ‘Wahai fulan, apakah yang terjadi pada dirimu? Bukankah dahulu engkau memerintahkan kami untuk berbuat kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?’. Dia menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian berbuat baik akan tetapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang kemungkaran sedangkan aku sendiri justru melakukannya’.”

kerjanya setiap hari menghina saudaranya melalui facebook, twiter, whatsapp, pesanan ringkas dan  mencari-cari aib mereka dan menyebarkannya maka Allah SWT akan buka aib orang tersebut walaupun dia berada dirumahnya sendiri.

Kadangkala saja cari permusuhan di status-status facebook mereka, membuka ruang fitnah memfitnah, aib mengaibkan.

Nabi SAW bersabda maksudnya, “Janganlah kalian mengganggu hamba Allah, dan janganlah mengusik rahsia mereka, dan jangan pula mencari-cari aib dan cacat mereka. Sesungguhnya barang siapa menuntut (ingin tahu) aurat saudara sesama muslim, pasti Allah menuntut auratnya sehingga ia membuka aibnya sendiri di rumahnya sendiri pula.” (HR Ahmad)

Jagalah rumah tangga kita sendiri dan janganlah melemparkan tuduhan, dakwaan dan penghinaan secara sedar atau pun tidak kepada orang lain walaupun hati kita membencinya kerana setiap keburukan  hasil daripada ucapan dan tulisan kita pasti akan terima akibatnya.

Nabi SAW bersabda maksudnya,  “Tidak akan masuk syurga Nammaam (orang yang suka menyebar fitnah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda:
‎لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ. (متفق عليه)
“Tidak masuk Syurga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaihi).

Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.: Dari Nabi SAW bahawa baginda bersabda: "Tidak akan masuk Syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan." (Hadis Shahih Riwayat Muslim )

Setiap orang muslim yang mengaku beriman dengan rukun Iman yang enam, dan masih percaya orang yang mengucap dua kalimah  syahadah adalah saudaranya maka cukuplah kalian berhenti bergaduh sesama saudara seagama.

Cukuplah dosa yang dihimpunkan setiap hari, tidak ada manfaatnya pun. Apakah kita rasa kita mampu menampung dosa di alam maya yang di buat setiap hari dengan amal soleh yang kita yang tak seberapa tu? Tahukah kita golongan muflis di hari akhirat? Salah satu sifat orang muflis akhirat adalah suka maki hamun, menghina, melecehkan, mengaibkan orang lain, dan membuat fitnah.

Sama-sama kita renungkan.

Itu aibkan orang, kalau aibkan suami atau isteri..??? Nauzubillah...

Rujukan : Telegram channel

No comments:

Post a Comment

Kata-katamu, inspirasi blog ku...
Syukran Jazilan, atas bicara indah anda...
Terima kasih, lain kali komen lagi ea... ^_^