13 Oktober 2017

APA ITU IKHLAS

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)


APA ITU IKHLAS

Sumber: google images

Seorang sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ikhlas?”.

Setelah berdiam, Rasulullah memusatkan perhatian, dan menyampaikan pertanyaan serupa kepada Malaikat Jibril a.s.

"Aku bertanya kepada Jibril As tentang ikhlas, apakah ikhlas itu? Lalu Jibril bertanya kepada Tuhan Yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah sebenarnya? Allah SWT menjawab Jibril dengan berfirman: Suatu rahsia dari rahsia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Ku-cintai."

Kalau gambaran ikhlas itu sebagaimana diajarkan Allah melalui Jibril yang disampaikan kepada Baginda Rasul tersebut, maka betapa banyaknya di antara kita yang tidak memilikinya. Sebab, hanya hamba-hamba yang dicintai Allah saja yang dapat memiliki makhluk ikhlas ini.

Menurut Imam al-Qusyairi al-Naisabury, bila seseorang memiliki sifat ikhlas, ia akan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup, apa yang dilakukan semata-mata untuk Allah meski yang dia perbuat untuk mengurangi penderitaan sesama manusia. Ia akan selalu membantu orang, dengan alasan karena Allah memang Dzat yang senang membantu. Ia akan bekerja kalau Allah yang menjadi tujuannya.

Ulama mendefenisikan ikhlas sebagai : “menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah”, iaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia.

Cukuplah Allah saja yang memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu untukNya. Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga ibadahnya tergantung dengan pandangan manusia, namun hendaklah ia menjadikan perhatiannya hanya untuk mendapat keredhaan Allah meskipun manusia tidak meredhainya.

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Kredit: Facebook Ustaz Iqbal Zain

Ikhlas, mudah disebut tapi payah dimiliki sebab ianya berkaitan dengan hati... Bagi pendosa macam kita, kadangkala nafsu dan syaitan sentiasa berlumba-lumba menguji ikhlasnya hati kita... Kerana nafsu sukakan pujian dan ganjaran, syaitan pula menghasut supaya hati kita cenderung mendapatkan ganjaran disebalik kebaikan. 

Ikhlas memang sukar dijelaskan... Orang yang berbuatkan sesuatu kebaikan, bila dia kata ikhlas... usah dipertikai tahap ikhlasnya kerana hanya Allah yang tahu tahap ikhlasnya... 

Ikhlas seseorang kadangkala diuji untuk melihat tahap ikhlas itu sendiri... 

1 ulasan:

Kata-katamu, inspirasi blog ku...
Syukran Jazilan, atas bicara indah anda...
Terima kasih, lain kali komen lagi ea... ^_^